Dampak Pelaksanaan Ibadah Keluarga terhadap Kerohanian Anak

Main Article Content

Suarni Buulolo
Gusti Murni Harefa

Abstract

Dalam kehidupan keluarga saat ini banyak ditemukan orang tua lebih sibuk kerja dari pada memberikan waktu bersama-sama dengan anak-anak. Kesibukan yang sangat padat membuat ibadah keluarga semakin jarang dilaksanakan di keluarga-keluarga Kristen. Ketika satu praktik spiritualitas yang telah dipraktikkan bertahun-tahun perlahan-lahan menghilang dari kehidupan orang Kristen, kita tentunya mempertanyakan apakah ada yang hilang dalam kehidupan kerohanian kita. Pemikiran ini membawa kita memikirkan ulang kontribusi ibadah keluarga dalam pembentukan spiritualitas kekristenan. Secara khusus penelitian ini menyoroti dampak ibadah keluarga dalam pembentukan kerohanian anak. Penelitian kualitatif ini dilaksanakan di desa Hilimbowo, Nias dengan melakukan wawancara dan observasi terhadap lima orang warga jemaat Hilimbowo yang adalah para orang tua yang sudah tidak lagi mempraktikkan ibadah keluarga di dalam keluarganya. Wawancara kepada mereka ditujukan untuk menjawab pertanyaan penelitian mengapa ibadah keluarga tidak lagi mereka praktikkan. Informan lain adalah lima orang pemuda berumur 20-30 tahun yang di dalam keluarganya secara rutin masih mempertahankan ibadah keluarga. Wawancara kepada mereka bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang dampak praktik ibadah keluarga dalam pembentukan kerohanian mereka.

Article Details

Section
Articles

References

Dei, Justitia Vox. Mendidik Dalam Kasih, Keadilan, Dan Kebenaran. Jakarta: Sekolah Tinggi Filsafat Theologia Jakarta, 2019.

Drescher, John M. Tujuh Kebutuhan Anak. Jakarta: Gunung Mulia, 2009.

Enklaar, Homrighausen dan. Pendidikan Agama Kristen. Jakarta: Gunung Mulia, 2001.

Indonesia, Departemen Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Empat. Jakarta: Gramedia, 2008.

Jonch, Christian. Membangun Mezbah Keluarga. Yogyakarta: ANDI, 2016.

Kristianto, Paulus Lilik. Prinsip & Praktik Pendidikan Agama Kristen Penuntun Bagi Mahasiswa Teologi & PAK, Pelayan Gereja, Guru Agama, Dan Keluarga Kristen. Yokyakarta: andi, 2008.

Mardirharto. Pola Asuh Pendidikan Kerohanian Pada Anak. Semarang: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Volume 15 Nomor 1, April 2019, 2019.

Numahara, Daniel. Pembimbing Pendidikan Agama Kristen. Bandung: Jurnal Info Media, 2009.

Numahara, Daniel, Haryati, James Wambrauw, ustitia Vox Dei Hattu, S.S. Benyamin Lumy, Tornado Gegorius Silitonga, and Yoel M.Indrasmoro. Teologi Anak: Sebuah Kajian. Jakarta: Literatur Perkantas, n.d.

PAK-PGI, Redaksi, S.Th Himawan Djaya Endra, M.A.Th Drs. Stephen Suleeman, M.A Julia suleeman, M.A., Alfred Simanjutak, and M.S Pdt. Janse Belandina Non. Suluh Siswa. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1999.

Pdt. Dr.Daniel Numahara, M.Th. Pembimbing PAK Pendidikan Agama Kristen. Bandung: Jurnal Info Media, 2007.

Rinker, Rosalind. Keluarga Yang Berdoa. Yogyakarta: ANDI, 2001.

Sahartian, Santy. “Pengaruh Pembinaan Rohani Keluarga Terhadap Karakter Pemuda Berdasarkan Kolose 2: 6-10 Di GBAP Surakarta.” FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 2, no. 1 (2019).

Surjantoro, Bagus. Surga Dalam Keluarga. Yogyakarta: ANDI, 2008.

Tanya, Eli. Gereja Dan Pendidikan Agama Kristen : Mencermati Perananan Pedagogis Gereja. Cianjur: Sekolah Tinggi Teologi Cipanas, 1999.

Tong, Stephen. Takhta Kristus Dalam Keluarga. Surabaya: Momentum, 2011.