Strategi Gereja dalam Mengatasi Praktik Okultisme di Seputar Kematian

Main Article Content

Gustav Gabriel Harefa
Eirene Kardiani Gulo
Mesra Wati Gaurifa

Abstract

Artikel ini membahas tentang okultisme yang merupakan kepercayaan terhadap kuasa-kuasa gelap yang dapat memberi keuntungan sekaligus menghancurkan kehidupan manusia yang hidup di dalam praktik tersebut. Praktik okultisme ini sudah ada sejak dahulu kala, dikenal dan dipraktikkan oleh orang-orang tertentu hingga saat ini masih ada yang memelihara, mempraktikkan dan mempercayainya. Masalah tentang praktik okultisme ini sangat erat kaitannya dengan kepercayaan lama tentang percaya kepada roh orang mati serta melakukan berbagai praktik untuk menghormati arwah atau meminta berkat, kesembuhan bahkan menganggap bahwa orang yang meninggal masih ada hubungannya dengan orang yang hidup sehingga mereka masih saja mempraktikkannya. Penelitian lapangan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui praktik okultisme di seputar kematian kemudian bagaimana pemahaman warga jemaat tentang praktik okultisme serta bagaimana mendeskripsikan strategi gereja dalam mengatasi praktik okultisme di seputar kematian. Praktik okultisme ini sangatlah bertentangan dengan ajaran Kristen karena mengajarkan tentang kuasa kegelapan yang dapat membawa orang hidup dalam ketidaktaatan, ketidakpatuhan, dan tidak sesuai dengan firman Tuhan. Namun, hal ini masih saja dipraktikkan oleh sebagian orang yang masih memiliki pemahaman bahwa praktik tersebut dapat memberi keuntungan, kesembuhan, dan berkat.

Article Details

Section
Articles

References

Anggito, Albi. and Setiawan, Johan, Metode Penulisan Kualitatif, (Sukabumi:CV Jejak, 2018)

Heuken, Adolf, Kematian dan Sesudahnya (Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka, 2019).

Dahlenburg, G.D. Konfesi-Konfesi Gereja Lutheran. 1st ed. Jakarta: Gunung Mulia, 2000.

Harefa, Gustav Gabriel, and Ziliwu, Fotani. “Banua dan Banua Niha Keriso (Upaya Memahami Eklesiologi yang Kontekstual di Nias)” dalam Pergumulan di Sekitar Gereja dan Pendidikan (Yogyakarta: Andi Offset, 2019)

Hutapea, Jusuf. Okultisme : Penuntun Praktis Mengenali Dan Melepaskan Dari Kuasa Kegelapan. Medan: Vanivan Jaya, 2021.

Kooehler, Edward W.A. Inti Sari Ajaran Kristen. Pematangsiantar, 2010.

Kusuma, Surya. Okultisme : Antara Budaya dan Iman Kristen (Yogyakarta: ANDI, 2010).

Meleong, Lexy J. Metodologi Penulisan Kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004).

Pasaribu, Rudolf H. Okultisme di Kalangan Masyarakat Batak (Jakarta: PT, Atalya Rileni Sudeco, 2016)

Peraturan BNKP Nomor 15/BPMS-BNKP/2013.

Peraturan BNKP Nomor 04/BPMS-BNKP/2021.

Stanley Rambitan, “Okultisme, Manusia dan Agama” Makalah yang Disampaikan pada Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Palangkaraya, Senin, 11 April 2011. http://stanleyrambitan.blogspot.com/2011/07/okultisme-dan-agama-suku_21.html (diakses, 10 Maret 2022)

Saragih, Jaharianson. Pelayanan Pelepasan Dan Dampak Positifnya. 1st ed. Medan: L-SAPA, 2016.

Takaliung, Pondsius, and Susanna. Antara Kuasa Gelap dan Kuasa Terang, (Jawa Timur:YPPII)

Telaumbanua, Tuhoni, and Uwe Hummel. Salib Dan Adu: Studi Sejarah Dan Sosial-Budaya Tentang Perjumpaan Kekristenan Dan Kebudayaan Asli Di Nias Dan Pulau-Pulau Batu Indonesia (1865-1965). 1st ed. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2015.

Telaumbanua Tuhoni, “Dunia Orang Mati Menurut Kepercayaan Masyarakat Nias” SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan 14, no. 1 (June, 2021).